Life and Dream (part III)

Sedangkan untuk aku sendiri, sekarang sedang dalam persimpangan dimana aku harus memilih "life or dream". Dengan umur sudah semakin "matang", tetapi masih single, dan belum ada rencana nyari. Don’t get me wrong, seperti cowok normal lainnya, ada juga keinginan untuk "settling down", cari cewek buat jadi istri, dll. Kadang  agak ngiri juga kalo liat temen lain yang udah berkeluarga. Kata mereka "uenak tenan". Tetapi aku sekarang masih ingin berjalan di jalan yang aku inginkan. Bukan jalan yang harus aku jalani tetapi tidak aku inginkan. Langkah pertama juga sudah aku jalani dengan tanpa diduga-duga. Karena Tuhan sudah menempatkan aku di pekerjaan yang memang aku inginkan dan aku rencanakan. The first step to fulfilling my dream.

Dan walaupun ingin, aku masih berpikir dua kali untuk membentuk keluarga. Karena sekarang diriku hanya untuk impian dan idealismeku saja. Aku siap menjalani kehidupan yang sulit seperti Musashi untuk mengejar impianku itu. Bahkan sekarang aku hidup hanya dengan Rp1 juta sebulan di kota dengan biaya hidup besar seperti Jakarta. Bahkan pernah cuma Rp600 ribu. I know the consequences. Aku bahkan sadar bahwa seseorang dengan bidang kerja yang aku inginkan (dan sedang aku jalani sekarang) kerja hampir 24 jam sehari. Tetapi karena aku memang senang, aku ga begitu merasa terbebani. Walaupun sering misuh-misuh gara-gara stres, tetapi dalam hati aku enjoy karena memang ini adalah sesuatu yang aku inginkan. Karena itulah aku tidak ingin menyeret orang lain ke dalam kehidupanku yang sulit. As I said, I don’t care about anything, even myself, except for my dream.

Walaupun begitu, tetap saja kelihatannya aku harus memilih lagi antara "life or dream" untuk sementara ini. Karena sebagai anak yang paling besar, aku punya kewajiban untuk mengentaskan keluargaku dulu. Sebenarnya dulu sudah ada perjanjian antara aku dan orang tuaku bahwa aku harus mengesampingkan mimpiku untuk membantu keluarga paling nggak sampai adik-adikku lulus kuliah (atau kira-kira 4 - 5 tahun lagi). Tetapi kelihatannya Tuhan berkehendak lain karena aku malah ditempatkan di pekerjaan yang merupakan salah satu jalan dari impianku (walaupun pada sisi keuangan, masih ada yang jauh lebih baik). Sedangkan perjanjian itu masih valid sehingga sekarang aku harus berpikir lagi untuk memilih antara mencari "gaji" atau "mimpi".

Jadi, untuk saat ini manakah yang harus aku pilih? Life or dream?

****************
Akhirnya aku memutuskan untuk membuat posting ini di blog. Jujur saja, sebenarnya aku sempat berpikir untuk tidak membuat post ini karena ini aku rasa terlalu "private" dan sedikit sensitif. Tetapi aku hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg dari hati yang paling dalam yang aku pendam sudah agak lama. Hanya ingin mengeluarkan "feses" pikiran dan berharap mungkin ada sedikit pencerahan.

One Response to “Life and Dream (part III)”

  1. Firstiar Says:

    Try to listen to your heart, bro. Chose what you think the best for anything you love the most. Simple word that need a veeeeerry big courage to execute it ^^a

Leave a Reply