Life and Dream (part II)

Jadi semua itu berujung (IMHO) pada apa yang ingin kita cari. Apakah kita ingin mencari ketenangan batin dengan mencari / membentuk keluarga dan hidup untuk keluarga kita? Atau kita ingin menggapai impian dan hidup untuk diri kita sendiri?

Yang terbaik mungkin adalah keduanya. Tetapi aku rasa itu akan menjadi suatu yang lebih sulit karena baik dia maupun keluarganya harus melakukan pengorbanan. Sang suami mungkin harus berkorban dengan tidak terlalu terobsesi pada impiannya. Dan sang istri dan anak-anaknya harus berkorban dengan tidak menghalangi suami / ayahnya untuk mencapai apa yang diinginkannya. Seperti pepatah "behind a successful man there’s a woman". Dan menurutku "that woman has to let his man to achieve what he wants".

Seperti Bill Gates dan Steve Jobs. Sewaktu aku melihat "Pirates of The Silicon Valley", Bill Gates dan Steve Jobs digambarkan sebagai "visionary", "dreamer",  dan "idealis". Dan mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan walaupun sudah berkeluarga mungkin karena istri mereka memang tidak menghalangi keinginan suaminya untuk mencapai ambisi dan impiannya. Atau mungkin mereka baru menikah ketika suami mereka sudah atau hampir mencapai impiannya (sudah mendirikan Microsoft dan Apple) sehingga mereka sudah cukup puas dengan keadaan suaminya. Coba bayangkan kalau Bill Gates menikah dengan Melinda ketika masih sangat muda. Mungkin Bill akan berpikir 2 kali untuk bertaruh membeli DOS dari SCP seharga $25000 dan dijual lagi ke IBM seharga berkali-kali lipat. Mungkin dia akan lebih mencari cara yang aman karena prioritas utama sudah bukan dirinya sendiri tetapi juga keluarganya.

Leave a Reply