Life and Dream (part I)
Sudah lama juga ga nge-update blog ini. Dunno if this one will be okay or not. Here goes nothing.
Life and dream. Di satu sisi sebuah kenyataan yang akan dan harus kita hadapi (eventually). Sedangkan yang lain adalah suatu imajinasi, angan-angan, cita-cita, idealisme, sesuatu yang ingin kita capai. Mungkin kehidupan yang sempurna adalah dua sisi mata koin tersebut harus dapat dicapai sekaligus. Tetapi sering kali kenyataan hidup dan mimpi bertabrakan. Sehingga salah satu harus dikorbankan.
Musashi Miyamoto adalah salah satu contoh orang yang mengorbankan hidup untuk menggapai mimpi. Dia hidup sederhana dan sering berkelana untuk mencapai "jalan pedang". Menghadapi 80 pertarungan dan tanpa kalah sekali pun. Tetapi kehidupan sosialnya hampir selalu kekurangan. Hidup hanya untuk mencari "jalan pedang". Tanpa pernah menikah. Tanpa keluarga kecuali anak angkatnya. Menjadi ronin yang lontang-lantung ketika belum terkenal. Sampai akhirnya menjadi pelatih seorang daimyo ketika sudah berhasil mencapai mimpinya, menjadi samurai no 1. Tetapi tetap saja "he must sacrifice life to achieve dream".
Untuk contoh orang yang lebih mementingkan kenyataan hidup dan melepas mimpi aku rasa sudah banyak. Kebanyakan orang di dunia lebih mementingkan hidup hari ini untuk dia dan keluarganya. Mimpi dan angan-angan miliknya dulu sudah hilang entah kemana. Prioritas berubah menjadi menomorsatukan pada bagaimana agar diri dan keluarganya tidak mengalami kekerasan dalam hidup. Memang batinnya lebih terasa ringan karena dia jarang atau mungkin tidak akan mengalami kesepian. Dan kehidupan sosial yang lebih baik. Tetapi konsekuensinya dia tidak mempunyai waktu lagi untuk berpikir tentang dirinya dan apa yang dia ingin capai. Apalagi dengan keadaan dunia yang carut-marut seperti sekarang. Akhirnya "he must sacrifice dream to achieve life".