Chaos, Gaia, & Time Travel
Ok, sekarang kita membahas sebuah topic yang agak berat. Beberapa hari lalu aku iseng-iseng buka Wikipedia tentang Chaos theory (gara-gara setres ngoding terus). Dari Wikipedia: "In mathematics and physics, chaos theory describes the behavior of certain nonlinear dynamical systems that under certain conditions exhibit a phenomenon known as chaos. " Artinya kira-kira: chaos theory menerangkan sebuah perilaku dari sebuah sistem nonlinier yang dinamis yang dalam suatu keadaan tertentu menyebabkan fenomena yang disebut dengan chaos/tidak dapat diduga. System itu sendiri belum tentu tidak dapat diduga, tetapi system itu dapat menjadi tidak terduga apabila dia memenuhi syarat yang menyebabkan dia menjadi tidak terduga / chaotic. Salah satu syarat itu adalah sensitivitas terhadap perubahan variabel. Perubahan suatu variabel tertentu walaupun sekecil apapun dapat mempengaruhi system secara keseluruhan. Sebagai contoh: misalkan ada sebuah bola di atas bukit. Arah jatuh bola akan ditentukan dari posisi bola. Apabila bola terletak lebih ke kiri, maka kemungkinan bola itu akan menggelinding ke lereng sebelah kiri. Apabila lebih ke kanan, maka bola akan menggelinding ke kanan. Perubahan posisi sekecil apa pun akan mempengaruhi arah bola walaupun cuma sedikit. ini disebut juga "The Butterfly Effect" yang menerangkan bahwa kepakan sayap seekor kupu-kupu dapat menyebabkan (atau membatalkan) angin topan di suatu daerah. Apabila kupu-kupu tersebut tidak mengepakkan sayapnya, maka bisa jadi sistem peredaran angin akan sangat berbeda dengan jika dia mengepakkan sayapnya. Tetapi sensitivitas terhadap variabel ini bukan berarti sebuah sistem itu chaos. Ada lagi syarat utuk menjadikan sistem itu chaos yaitu harus "topologically mixing" (masih belum tahu artinya apa). Tapi dari yang aku baca,kira-kira artinya seperti ini: Sistem itu harus berevolusi seiring waktu dimana pada suatu waktu fase ruangnya akan saling bertindihan satu sama lainnya.
Sekarang untuk Gaia. kalo menurutku gaia itu bisa dikatakan sebagai suatu contoh sistem chaos. Gaia theory itu sendiri artinya makhluk hidup (sebagai variabel) dapat mempengaruhi lingkungan hidup tempat dia tinggal agar lingkungan tersebut dapat sesuai dengan kehidupannya. Bumi berlaku seakan-akan merupakan sebuah sistem yang dapat mengorganisasi dirinya sendiri untuk mencapai equilibrium sehingga layak untuk ditempati. ini dinamakan homeostasis. Setiap perilaku makhluk hidup di dalamnya dalam memenuhi kebutuhannya, secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi ekosistem sehingga lambat laun akan saling mengimbangi sehingga tercapai sebuah equilibrium.
Sekarang untuk time travel, ada yang bilang kita tidak mungkin bisa melakukan perjalanan waktu. Kalaupun bisa, kita tidak bisa kembali ke waktu asal kita. Berdasarkan chaos theory, suatu perubahan kecil pada variabel akan berpengaruh besar terhadap sistem. Jadi, bila ada seseorang kembali ke masa lalu, maka ia akan mempengaruhi sejarah hanya dengan berada di masa itu (minimal cuaca dan iklim akan berubah). Sebagai contoh, misal kita kembali ke masa lalu. Terus kita memberikan uang receh kepada seorang pengemis. Lalu pengemis itu memakai uang itu untuk membeli makanan. Ternyata penjual makanan itu memakai uang tersebut untuk kampanye menjadi Presiden negara kita dan berhasil. Maka, kita tidak akan dapat kembali ke versi masa kini dari tempat kita pertama kali datang (versi dimana penjual makanan tersebut bukanlah seorang Presiden).
Ok, sekarang pelajaran sudah selesai. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Mbah Wikipedia terdekat. Memang Wikipedia TOP dah. Apa aja ada di sana.